KKB Menyerang PT Kristalin, 198 Pekerja Dievakuasi

Nabire, apokabar.news — KKB menyerang PT Kristalin di kawasan tambang emas Kali Musairo, Distrik Legari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Aparat gabungan TNI-Polri langsung mengevakuasi 198 orang yang terdiri atas pendulang emas dan karyawan perusahaan untuk mencegah gangguan lanjutan.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menegaskan, aparat mengambil langkah cepat setelah kelompok bersenjata menyerang pos pengamanan perusahaan.

“Evakuasi berlangsung aman, namun personel TNI-Polri tetap siaga dan waspada,” kata Kapolres Nabire AKBP Samuel.

Aparat Amankan 26 WNA Asal China

Dari total 198 orang tersebut, 26 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal China. Petugas membawa mereka ke Polsek Makimi untuk proses pendataan sebelum menempatkan mereka di mes perusahaan di Sriwini, Nabire.

Manajemen perusahaan berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan seluruh pekerja berada dalam kondisi aman. Aparat juga memperketat penjagaan di sekitar lokasi tambang setelah insiden terjadi.

READ :  Gaji Pramugari KAI 2026: Besaran, Tunjangan, dan Cara Daftarnya

Sebelumnya, pada Sabtu (21/2), KKB pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos pengamanan PT Kristalin. Serangan itu menewaskan dua orang di lokasi kejadian.

Insiden tersebut memicu peningkatan status kewaspadaan di wilayah tambang emas Kali Musairo.

Satgas Damai Cartenz Sisir Kilometer 40–50

AKBP Samuel menyatakan Satgas Operasi Damai Cartenz akan menyisir area Kilometer 40 hingga Kilometer 50 pada Senin (23/2). Tim menyasar wilayah itu karena aparat memperkirakan masih ada pendulang yang bertahan di sekitar lokasi.

Petugas akan mencari dan mengevakuasi para pendulang untuk menghindari gangguan KKB.

“Mudah-mudahan mereka dalam keadaan aman terutama dari gangguan KKB,” katanya.

Aparat terus memantau situasi keamanan dan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan. TNI-Polri juga memperkuat koordinasi lapangan untuk mencegah serangan susulan.

READ :  Link Daftar Bansos Online 2026 Resmi & Cara Daftar

Aktivitas Tambang Dihentikan Sementara

Pihak perusahaan menghentikan sementara aktivitas pertambangan setelah insiden terjadi. Manajemen memprioritaskan keselamatan pekerja sebelum kembali menjalankan operasional.

Wilayah Kali Musairo memiliki akses terbatas dan berada cukup jauh dari pusat Kota Nabire. Kondisi geografis tersebut menyulitkan mobilisasi personel dan distribusi logistik keamanan.

Kepolisian mengimbau masyarakat serta para pendulang agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

(Bal/net)