Perang Arab Dimulai, AS Gempur Iran dan Picu Ledakan di Bahrain

apokabar.newsPerang Arab Dimulai ketika Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran dan memicu situasi darurat di Bahrain pada Sabtu (28/2/2026). Eskalasi ini langsung meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Media Al Jazeera melaporkan ledakan keras mengguncang sejumlah titik di Bahrain beberapa saat setelah aparat keamanan menaikkan status siaga. Warga mendengar dentuman berulang dan melihat kepulan asap di beberapa lokasi strategis.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengirim pesan darurat ke ponsel warga dan meminta masyarakat segera menghentikan aktivitas luar ruangan. Aparat juga mengarahkan warga menuju tempat perlindungan terdekat.

“Sirene dibunyikan karena adanya bahaya. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan resmi,” tulis kementerian seperti dikutip Agence France-Presse.

READ :  Peraturan KIS Terbaru 2026 Lengkap dan Mudah Dipahami

AS Serang Teheran dan Kota Strategis

Militer Amerika meluncurkan serangan udara dan rudal ke Teheran, Isfahan, serta Karaj. Ledakan mengguncang pusat kota Teheran dan asap hitam membubung di sekitar Universitas Teheran serta distrik Jomhouri.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa operasi ini bertujuan melumpuhkan kemampuan rudal dan militer Iran yang ia nilai sebagai ancaman eksistensial.

Bahrain menempati posisi penting karena negara itu menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat. Faktor ini membuat wilayah tersebut ikut terdampak dinamika militer terbaru.

Iran Siapkan Balasan

Pemerintah Iran langsung menutup ruang udara untuk penerbangan sipil dan meningkatkan kesiagaan militer nasional. Pejabat setempat juga memperingatkan akan memberikan “balasan yang setimpal” atas serangan Amerika.

READ :  Awal Kemarau 2026 Indonesia Mulai April, Ini Penjelasan BMKG

Situasi ini membuka peluang konflik regional yang lebih luas. Banyak negara kini memantau perkembangan secara intensif karena eskalasi dapat memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi global.

Dunia internasional menunggu langkah berikutnya dari kedua negara, sementara kawasan Timur Tengah menghadapi fase paling genting dalam beberapa tahun terakhir.

(Bal/net)