Wakapolda Sumsel: Nilai Al-Qur’an Harus Menjadi Pedoman Tugas Aparat

Palembang, Apokabar.news – Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana mengingatkan pentingnya integritas dan moral bagi aparat kepolisian saat memimpin peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel, Kamis malam (5/3/2026).

Peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut menjadi momentum refleksi bagi jajaran Polda Sumsel untuk memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an sebelum memasuki acara inti.

Dalam sambutannya, Wakapolda Sumsel menegaskan bahwa Al-Qur’an harus dijadikan pedoman moral oleh setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai aparat negara.

“Nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam sikap dan perilaku kita sebagai aparat negara. Integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Brigjen Pol Rony Samtana.

READ :  Cara Daftar KIP Kuliah 2026 Online Lengkap dan Mudah

Ia juga mengajak seluruh personel untuk memanfaatkan momentum Nuzulul Qur’an sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam melaksanakan tugas secara profesional dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Dr. Romli Usman, M.Pd.I. Ia menjelaskan makna turunnya Al-Qur’an serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan pengabdian sebagai aparat negara.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Pejabat Utama Polda Sumsel serta perwakilan perwira menengah di lingkungan kepolisian daerah tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan moral bagi personel kepolisian.

“Polda Sumsel berkomitmen membangun personel yang tidak hanya profesional secara operasional, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

READ :  Cara Klaim JHT di JMO: Panduan Lengkap

Kehadiran pimpinan dalam kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam membangun karakter personel yang berintegritas melalui pembinaan spiritual.(*)