
Apokabar.news – Apa kamu pernah berdiri melihat aquarium besar, Seekor Arwana berenang dengan tenang, lalu bergumam, “Keren banget ya, pengen punya satu di rumah”? Saya paham rasanya. Arwana bukan sekadar ikan bagi banyak orang, mereka adalah simbol keberuntungan dan keanggunan. Namun, saya harus jujur di awal, memelihara Arwana itu ibarat merawat mobil mewah. Kalau hanya tahu cara “menyetirnya” tanpa tahu cara servis rutinnya, Anda akan menemui masalah besar di kemudian hari.
Banyak pemula yang asal beli aquarium tanpa memikirkan pertumbuhan ikan yang sangat cepat. Alhasil, ikan jadi stres, nafsu makan hilang, atau yang paling menyedihkan, ikan mati karena kualitas air yang buruk. Mari kita bedah satu per satu bagaimana cara menyiapkan “istana” yang layak bagi sang raja air ini.
Estimasi Biaya Investasi di Balik Keindahan Arwana
Bicara soal harga, aquarium Arwana adalah investasi jangka panjang. Anda tidak bisa menggunakan aquarium standar 60 cm yang biasa dipakai untuk ikan hias kecil.
Untuk aquarium ukuran standar Arwana (misalnya 150 cm x 60 cm x 60 cm), harga barunya berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp7.000.000, tergantung ketebalan kaca dan desain kabinetnya. Ingat, kaca minimal harus setebal 10mm-12mm karena Arwana adalah ikan yang kuat, sekali ia kaget dan menabrak kaca, tekanan yang dihasilkan sangat besar.
Belum lagi urusan perlengkapan seperti mesin pompa, lampu UV, dan media filter berkualitas yang bisa memakan biaya tambahan sekitar Rp1.500.000 hingga Rp3.000.000. Jadi, siapkan dana yang cukup agar tidak berhenti di tengah jalan.
Spesifikasi Aquarium Arwana yang Wajib Dipenuhi
Ukuran Adalah Kunci
Contoh sederhananya begini, bayangkan Anda tinggal di kamar kos yang sempit seumur hidup. Pasti sesak dan stres, kan? Begitu juga Arwana. Ikan ini bisa tumbuh hingga 60-90 cm dalam waktu relatif singkat.
- Ukuran Minimal: Untuk jangka panjang, gunakan aquarium dengan panjang minimal 150 cm. Lebarnya pun harus cukup (minimal 60 cm) agar ikan bisa berputar balik dengan leluasa tanpa membuat badannya melengkung atau ekornya rusak.
Sistem Filtrasi, Jantung dari Aquarium
Arwana adalah ikan predator yang makannya banyak, otomatis kotorannya juga banyak. Di sinilah filter berperan sebagai “ginjal” buatan. Jangan pelit di bagian ini. Gunakan sistem Sump Filter (filter bawah) atau Canister yang mampu menampung banyak media biologis seperti ceramic ring atau bio ball. Air yang bening secara visual belum tentu sehat secara kimiawi. Kita butuh bakteri baik untuk mengurai amonia dari kotoran ikan tersebut.
Rahasia Perawatan Agar Arwana Panjang Umur
Merawat Arwana itu soal konsistensi, bukan soal seberapa mahal vitamin yang Anda berikan. Berikut adalah rutinitas yang tidak boleh ditawar:
- Ganti Air Berkala: Ganti sekitar 20-30% air setiap seminggu sekali. Jangan pernah menguras habis airnya karena akan membuat ikan syok akibat perubahan parameter air yang drastis.
- Suhu yang Stabil: Arwana menyukai suhu antara 28-30 derajat Celcius. Jika Anda tinggal di daerah dingin, wajib menggunakan heater. Suhu yang naik-turun secara drastis adalah undangan terbuka bagi penyakit seperti jamur atau white spot.
- Diet Seimbang: Jangan hanya diberi jangkrik terus-menerus. Selingi dengan udang pasar (kupas kulitnya), ulat jerman, atau sesekali ikan kecil yang sudah dikarantina. Udang sangat bagus untuk mempertajam warna merah atau emas pada Arwana.
Hal Krusial yang Sering Terlewatkan (Do’s & Don’ts)
Banyak yang bertanya, “Kenapa Arwana saya matanya turun (drop eye)?” atau “Kenapa ikannya sering loncat?”. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:
- Tutup Aquarium yang Rapat: Arwana adalah pelompat ulung di alam liar. Berikan pemberat di atas tutup aquarium. Banyak kejadian menyedihkan di mana pemilik menemukan ikannya sudah berada di lantai saat pagi hari.
- Pencahayaan: Gunakan lampu tanning secukupnya untuk membantu mengeluarkan warna ikan, tapi jangan menyalakannya 24 jam non-stop. Ikan juga butuh waktu istirahat dalam gelap.
- Jangan Terlalu Sering “Mengusik”: Memasukkan tangan ke air atau mengetuk-ngetuk kaca bisa membuat Arwana stres. Ikan yang stres cenderung tidak mau makan dan sistem imunnya turun.
- Kualitas Pakan: Jika memberi jangkrik, pastikan kaki belakang yang tajam sudah dibuang agar tidak melukai kerongkongan ikan.
Memelihara Arwana memang butuh dedikasi lebih. Namun, saat Anda duduk di sofa setelah seharian bekerja dan melihat ikan Arwana berenang dengan megah & elegan, semua rasa lelah dan biaya yang dikeluarkan akan terasa sangat sepadan.
Bagaimana, sudah siap membangun istana untuk ikan nagamu sendiri, tips tambahan dari saya adalah jika kamu ingin mulai memelihara, jika Ikan Arwana dari kecil sebaiknya membeli sepasang ikan arwana, tapi jika anda membeli ukuran dewasa sebaiknya 1 ekor saja untuk percobaan agar anda tidak kewalahan merawatnya. (Dan/Net)
