Update Harga Buyback Emas 30 Januari 2026: Intip Nilai Jual Antam, Galeri24, dan UBS

JAKARTA, Apokabar.news – Pergerakan harga logam mulia di awal tahun 2026 terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Bagi para investor yang berencana melakukan aksi jual (profit taking), harga buyback atau harga beli kembali oleh penyedia layanan menjadi indikator krusial yang wajib dipantau.

Berdasarkan data terbaru dari Galeri 24 pada Jumat (30/1/2026), harga buyback emas batangan berada pada level yang kompetitif untuk berbagai denominasi berat.

Rincian Harga Buyback: Antam, Galeri24, dan UBS

Berikut adalah daftar lengkap harga beli kembali (buyback) untuk tiga produsen emas utama per hari ini:

1. Emas Antam

Antam tetap menjadi instrumen likuid dengan harga buyback sebagai berikut:

  • 0,5 Gram: Rp1.501.000
  • 1 Gram: Rp3.002.000
  • 5 Gram: Rp15.014.000
  • 10 Gram: Rp30.029.000
  • 100 Gram: Rp298.821.000
  • 1000 Gram: Rp2.973.493.000

2. Emas Galeri24

Galeri24 menawarkan angka yang cukup bersaing, terutama pada denominasi besar:

  • 0,5 Gram: Rp1.502.000
  • 1 Gram: Rp3.005.000
  • 5 Gram: Rp15.029.000
  • 10 Gram: Rp30.059.000
  • 100 Gram: Rp299.120.000
  • 1000 Gram: Rp2.976.467.000
READ :  Pesawat Hercules Bawa Uang Rp 1 Triliun Jatuh di Bolivia, Sebagian Dijarah Warga

3. Emas UBS

Untuk emas produksi UBS, nilai buyback hari ini tercatat sebagai berikut:

  • 0,5 Gram: Rp1.501.000
  • 1 Gram: Rp3.002.000
  • 10 Gram: Rp30.029.000
  • 100 Gram: Rp298.821.000
  • 500 Gram: Rp1.486.746.000

Inovasi Emas Digital: Solusi Lindung Nilai Modern

Selain kepemilikan fisik, pasar kini mulai melirik emas digital sebagai alternatif investasi yang lebih fleksibel. Teknologi blockchain telah memungkinkan emas hadir dalam bentuk aset kripto, salah satunya adalah Tether Gold (XAUt).

Sebagai stablecoin berbasis ERC-20, satu token XAUt merepresentasikan kepemilikan atas satu troy ounce emas murni. “Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien,” tulis laporan mengenai mekanisme aset tersebut.

READ :  Parlemen Iran Dorong Penutupan Selat Hormuz, Pertamina Siapkan Rute Alternatif

Kehadiran XAUt di berbagai bursa kripto memberikan opsi bagi investor untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap inflasi tanpa harus menyimpan emas secara fisik, namun tetap memiliki jaminan aset yang nyata di dalam ekosistem digital.

Penutup Jurnalistik:

Perubahan harga emas dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar global. Investor disarankan untuk selalu memverifikasi harga real-time pada gerai resmi sebelum melakukan transaksi.(*/net)